Kamis, 13 April 2017

NGERI !!! Perang Dunia Ke III Akan Terjadi, 14 Negara ini Bakal ‘Musnah’. Cek Apa Indonesia Salah Satunya ???

Jika Perang Dunia Ke III Terjadi, 14 Negara ini Bisa ‘Musnah’. Cek Apa Indonesia Salah Satunya ???
Jika Perang Dunia Ke III Terjadi, 14 Negara ini Bisa ‘Musnah’. Cek Apa Indonesia Salah Satunya ???





Saat ini bisa saja terjadi Perang Dunia III karena masalah politik yang terjadi di dunia ini. Konflik di Suriah yang tak henti-hentinya juga dianggap bakal jadi pemicu perang global di masa mendatang.

Tanda-tandanya juga sudah bisa dilihat dari pemerintah Jerman yang sudah meminta warganya untuk menyetok segala kebutuhan makanan dan minuman. Hal yang tak pernah negara itu lakukan semenjak Perang Dingin.

Jika Perang Dunia III ini benar-benar berakhir, maka akan terjadi kehancuran di mana-mana. Lalu bagaimana dengan Indonesia ?

Berikut 14 negara yang akan musnah jika Perang Dunia III terjadi, seperti dilansir Liputan6.com.
Ini Dia Ke 14 Negara Itu :

1. India

India adalah negara pertama yang akan mengalami kehancuran. Ini karena kurangnya dana bagi pertahanan juga masalah imigrasi di India. Jika Perang Dunia III benar-benar terjadi, maka akan membuat India semakin terpuruk.


2. Mesir

Mesir ternyata juga turut serta dalam Perang Dunia III yang akan pecah ini. Negara ini akan mengadakan koalisi dengan negara-negara Arab seperti Suriah, Irak, Sudah dan Libya untuk menyerang Israel.

Jika Perang Dunia III terjadi, maka Mesir akan menjadi pendukung makanan dan persenjataan untuk perang lewat Terusan Kanal. Karena Ekonomi Mesir kebanyakan bergantung pada pertanian dan industri.


3. Prancis

Negara Prancis sudah ikut serta sebagai koalisi AS dalam Perang Sipil di Suriah yang sedang berlangsung. Tapi, Prancis juga tengah rentan terhadap serangan dalam negeri yang sering terjadi. Namun, meskipun begitu Prancis sudah mempersiapkan senjata nuklir jika ada serangan ke negerinya.


4. Korea Selatan

Korea Selatan memang sudah memiliki kehidupan yang damai. Tapi kehidupan yang damai itu akan menjadi porak-poranda jika Perang Dunia III terjadi.
5. Iran

Ternyata selama ini Iran diam-diam masih memiliki konflik dengan Amerika Serikat. Jika Amerika Serikat menyerang Iran, maka pembalasannya akan membuat Perang Dunia III terjadi. Ini dapat mengakibatkan ekonomi global lesu karena tingginya harga minyak bumi.


6. Inggris

Diketahui jika Inggris sudah memiliki sebuah sistem yang secara otomatis terkirim kepada seluruh warganya berupa teks SMS jika perang meletus. Jika Perang Dunia III terjadi di wilayah negara lain, Inggris disinyalir tak akan bersuara.
7. Israel

Israel dikatakan sudah siap untuk menghadapi Perang Dunia III setelah melakukan sejumlah uji coba senjata nuklir di Suriah pada 2007. Dikatakana jika Israel akan bergaung dengan AS untuk mengambil alih Iran.
8. Pakistan

Pakistan dikatakan merupakan surga bagi ISIS dan kelompok teroris lainnya. Tak heran jika negara ini akan ikut serta dalam Perang Dunia lll nanti.

Karena dianggap jadi tempat perlindungan teroris, Pakistan akan menjadi negara yang paling disalahkan dan paling berdampak buruk jika PD III meletus.
9. Afghanistan

Afghanistan diduga akan memonopoli perdagangan opium di semua negara Asia karena cadangan opium yang besar. Aksi negera ini akan menjadi peran utama ketika Perang Dunia III meletus. Negara ini akan menjadi hancur jika Perang dunia lll terjadi, karena negara ini memiliki kekuatan tentara yang sangat lemah.


10. China

Saat Perang Dunia lll berlangsung, China diduga akan mengklaim wilayah Inda di Arunachal Pradesh. Dan China kemungkinan akan bergabung dengan Rusia untuk mengerahkan tentaranya ke Suriah.
11. Rusia

Rusia diduga akan terlibat dalam Perang Dunia lll ini karena ketegangan dengan Ukraina, Turki dan intervensi dalam perang saudara di Suriah yang membuat keterlibatannya tak terelakkan.

Negara ini memang memegang senjata terbesar hulu ledak nuklir yang dapat menyebabkan kiebinasaan yang jauh lebih dahsyat daripada di masa lalu. Jika Perang Dunia lll terjadi maka ekonomi Rusia akan menderita kemunduran besar karena tergantung pada ekspor minyak dan gas.


12. Suriah

Situasi di Suriah saat ini memang sudah terlihat seperti Perang Dunia lll dan jika terus berlanjut maka Suriah akan bisa diambil alih oleh ISIS. Konflik Suriah melibatkan negara-negara besar dan ISIS telah menyebabkan kehancuran dan penduduknya menjadi pengungsi.


13 Korea Utara

Korea Utara sudah sangat yakin bisa memenangkan Perang Dunia lll. Ini karena Korea Utara memiliki tentara yang besar dan senjata nuklir. Jika Perang Dunia lll berlangsung maka Korea Utara akan menguasai Korea Selatan, dan kemungkinan akan bergabung dengan Rusia menghancurkan musuh-musuhnya
14. Amerika Serikat

Negara ini akan menjadi korban terbesar dari Perang Dunia lll. Karena AS memiliki i ekonomi terbesar di dunia. Negara-negara seperti Rusia, Iran dan Korea Utara sudah menargetkan AS jika Perang Dunia III terjadi.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia ?


Sumber : http://palingseru.com

VIRAL !!! Benarkah Suriah Jadi Pemicu Perang Dunia ke-3, Dan Indonesia Masuk ke Blok ini...

VIRAL !!! Benarkah Amerika Vs Suriah Jadi Pemicu Perang Dunia ke-3, Dan Indonesia Masuk ke Blok ini...???



Serangan rudal tomahawk yang dilancarkan Amerika Serikat ke Suriah langsung memunculkan banyak wacana mengerikan.

Salah satunya, tentu saja kemungkinan terjadinya Peran Dunia ke-3.

Pasalnya, serangan yang dilakukan Amerika Serikat, bertentangan dengan kebijakan negara adikuasa lain, yakni Rusia.

Rusia, memang dikenal melindungi rezim Bashar al-Assad.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, bahkan menyebut, isu serangan senjata kimia yang dijadikan latar belakang Donald Trump untuk menyerang Suriah, hanya mengada-ada dan harus dibuktikan.

Nah, yang menarik, koran Amerika Serikat, USA Today, mulai mengelompokkan negara berdasarkan blok.

Secara mengejutkan, USA Today menyeret-nyeret Indonesia.

Mereka membuat daftar negara dan membaginya ke 2 kelompok.

Kelompok tersebut adalah mereka yang mendukung langkah Donald Trump membom Suriah, dan sebaliknya, mereka yang menentang serangan AS ke Suriah.

Kelompok pertama, yakni blok AS, dihuni oleh Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Israel, Italia, Jepang, Yordania, Selandia Baru, Polandia, Arab Saudi, Spanyol, Turki, UEA, Inggris.

Sementara, kelompk kedua, berisi lebih sedikit negara.

USA Today memasukkan Rusia, China, Indonesia, Iran, dan Suriah.

Tak jelas apa dasar USA Today memasukkan Indonesia ke dalam blok ini.

China sendiri sudah memuuskan untuk bersikap netral.

Jubir Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, mendesak agar PBB melakukan investigasi terkait benarkah ada serangan senjata kimia di Suriah.

"China mendesak dua pihak untuk meredam aksi terkait krisis Suriah," kata Hua.







Sumber : http://www.tribunnews.com

Rabu, 12 April 2017

SADIS !!! Fakta Mengejutkan Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Medan,ini dia Faktanya ???

 Fakta Mengejutkan Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Medan,ini dia Faktanya ???
Fakta Mengejutkan Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Medan,ini dia Faktanya ???





Misteri pembunuhan lima anggota keluarga yang disembelih di Deli Serdang, Medan, Sumatera Utara, mulai terungkap. Ternyata, pelaku aksi sadis itu masih ada ikatan saudara dengan korban.

Andi Lala sehari-hari bekerja sebagai tukang las. Ia adalah suami dari Reni Safitri yang tak lain masih sepupu Yani, istri dari Iriyanto.

Menurut keterangan Wakapolda Sumatera Utara, Brigjen Pol Agus Andrianto. berdasarkan olah TKP yang dilakukan penyidik, alat bukti dan keterangan, mengarah kepada tersangka Andi Lala (34).

Polisi telah melakukan pengejaran ke rumah pelaku, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat. Akhirnya polisi menetapkan Andi Lala sebagai buronan alias masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

" Saya mengimbau terduga pelaku segera menyerahkan diri. Foto pelaku juga sudah disebar ke seluruh jajaran kepolisian di seluruh Indonesia untuk dipajang di semua fasilitas umum," kata Agus, Rabu 12 April 2017.

Tindakan tegas dan terukur dari aparat penegak hukum di seluruh Indonesia, khususnya Polda Sumatera Utara juga akan dilakukan kepada terduga pelaku.



Motifnya...

Motif tersangka yang tega menghabisi kelima saudaranya itu masih belum dapat dipastikan.

Tidak hanya Andi Lala, istri serta kedua orang tuanya yang diduga kuat memiliki kaitan dengan pembunuhan juga turut ditahan.

Mereka ditangkap oleh 25 anggota polisi yang mengepung rumah mereka kemarin sore di Lubukpakam.

Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Nurfallah mengatakan dari ketiga tersangka yang dikenal, hanya satu tersangka yang benar-benar melakukan pembantaian lima sekeluarga itu, sementara dua lagi hanya sebagai pembantu.

Pada saat yang sama tersebar isu dari mulut ke mulut bahwa motif pembunuhan satu keluarga itu berkait dengan hak waris rumah yang ditempati korban. Namun pihak Kepolisian Polda Sumut masih enggan memberikan komentar lebih lanjut.

" Hal itu masih dalam penyelidikan, yang jelas kita sudah menahan satu tersangka, berikan kami waktu dan ruang untuk menyelidiki sepenuhnya agar kasus ini cepat selesai dan tersangka dihukum dengan segera," katanya.



Sempat Datang Melayat

Andi Lala membunuh keluarga Riyanto (40) dan istrinya Riyani (38), kedua anak mereka Syifa Fadillah Hinaya (15) dan Gilang Laksono (11), serta mertuanya Marni (60).

Sementara anak bungsu Riyanto, Kinara (4) lolos dari maut meski sempat kritis dan menderita luka-luka di tubuhnya.

Kalangan keluarga dan kerabat dekat korban merasa tak menyangka pelakunya Andi Lala, yang masih keluarga.

Bahkan, pelaku yang masih saudara sepupu dari korban sempat datang ke rumah duka melakukan takziah ketika kelima jenazah tiba di rumah duka, setelah dilakukan visum dari rumah sakit.







(Sumber: eberita.org)

MANTAAAAP !!!Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Siap Kerahkan Prajurit Bayangan Untuk Mengawal ...

Siap Kerahkan Prajurit Bayangan Untuk Mengawal ...
Siap Kerahkan Prajurit Bayangan Untuk Mengawal ...





Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengutuk keras serangan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Jenderal Gatot menegaskan, prajurit TNI siap melakukan pengamanan dan pengawalan kepada aparat penegak hukum, khususnya penyidik KPK.

"TNI sedang menyiapkan personel yang diperlukan secara profesional apabila diminta untuk melakukan pengawalan 24 jam," kata Gatot di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Rabu, 12 April 2017.

Gatot menambahkan, sejauh ini pihaknya memang belum mendapatkan permintaan secara resmi. Namun ia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk turut melakukan pengamanan dan pengawalan. "Sudah koordinasi, tinggal nanti pelaksanaannya saja," ujarnya.

Terkait dengan kualitas personel TNI yang akan dikerahkan, Gatot masih tutup mulut. Namun ia menjamin akan memberikan pasukan yang terbaik untuk mengawal para penyidik KPK.

Hanya saja, menurut Gatot, untuk pengawalan dan pengamanan nanti, dilakukan dengan sifat pengamanan tertutup. Personel yang akan melakukan pengawalan tidak melekat secara langsung dan tidak terlihat mencolok.

Baca Juga : GEGER !!! Ada Apa dengan NU, HTI dan Negara ???

"Saya pasti berikan yang terbaik. Namun saya tidak menyebutkan siapa orangnya, kami pengawalan secara tidak terlihat yang disiapkan sesuai dengan permintaan sesuai dengan kebutuhan," ujar Gatot.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, sebelumnya mengatakan KPK akan menempatkan dua petugas untuk memberikan pengamanan melekat terhadap para penyidik dan jaksa KPK. Peningkatan pengamanan ini menyusul insiden penyiraman air keras kepada penyidik senior Novel Baswedan..

"Pengamanan Novel diberikan saat akan berangkat dari rumah hingga kembali ke rumahnya. Bahkan tidak hanya satu pengawal namun dua pengawal," ujar Saut.

Dia mengakui banyak penyidik KPK yang enggan dikawal karena merasa sudah aman dan tidak perlu ada pengawalan berlebihan. Tapi, dengan adanya insiden yang menimpa Novel, KPK tidak ingin ambil risiko dan akan lebih mengetatkan pengamanan terhadap para penyidiknya.

"Apalagi yang menangani kasus yang menyangkut banyak pejabat dan mendapatkan perhatian nasional," katanya.







Sumber : http://nasional.news.viva.co.id

Kamis, 06 April 2017

SADIS !!! Suriah di Tepi Perang Gas saraf,Begitu Banyak korban Berjatuhan Di Suriah. Negara Mana Penyerang Gas Saraf Tersebut ???

Suriah di Tepi Perang Gas saraf,Begitu Banyak korban Berjatuhan Di Suriah.








Serangan senjata kimia yang menyasar Idlib pada Selasa (4/4) menewaskan setidaknya 72 warga sipil. Gempuran terhadap wilayah yang merupakan daerah kekuasaan para pemberontak penentang rezim Presiden Bashar Assad itu diduga melibatkan gas saraf.

Kecurigaan demikian menyembul karena ratusan korban menderita gejala selaras dengan reaksi terkena gas saraf, begitu tulis BBC.

Kesaksian seorang warga perempuan berusia 14 tahun yang disiarkan oleh The New York Times ikut menegaskan kemungkinan serangan gas saraf.

Baca Juga : SUBHANALLAH !!! Inilah Diplomat Muslim Pertama Yang Ditunjuk Israel....Sudah tahukah anda???

Menurut Mariam Abu Khalil, sang saksi dimaksud, ia melihat sebuah pesawat menjatuhkan bom ke bangunan berlantai satu. Tidak lama kemudian, awan berbentuk jamur kekuningan--nan "serupa kabut musim dingin"--membubung.

Mariam berkata ada orang-orang datang dan berupaya menolong korban cedera. Namun, katanya, "mereka menghirup gas itu dan mati".

Waktu menunjukkan fajar. Lebih banyak warga melapor tentang kondisi anggota keluarga yang mati di ranjang. Keadaan para korban nyaris seragam: pupil mengecil, mulut berbusa, sukar bernafas, dan kejang hebat.

Sejumlah pihak merujuk penggunaan sarin. Namun, "bisa jadi ada bahan lain yang digunakan, atau gabungan beberapa unsur. Kita tidak boleh terjebak dengan pemikiran bahwa cuma satu substansi yang dipakai," ujar seorang pakar senjata kimia Inggris, Richard Guthrie, dikutip The Guardian.

Organisasi Dokter Tanpa Tapal Batas, atau Medecins Sans Frontieres, menyatakan bahwa para korban yang mereka rawat menunjukkan tanda-tanda terpajan gas saraf dan klorin.

"Bau pemutih muncul dari tubuh para korban. Itu menyiratkan bahwa mereka terpajan klorin," demikian pernyataan kelompok kemanusiaan tersebut.

Meski begitu, terdapat pula keterangan bahwa para korban serangan setidaknya "terpajan dua agen kimia".

Pernyataan militer Suriah dilansir oleh BBC menampik tudingan penggunaan zat kimia atau gas beracun dalam bentuk apa pun pada serangan di Khan Sheikhoun, Idlib.

"(Militer Suriah) tak pernah memakai (bahan-bahan dimaksud)--kapan saja, di mana saja--dan takkan melakukan hal demikian di masa mendatang," demikian bunyi pernyataan itu.

Abdul Hamid Alyousef menjadi salah satu warga yang menerima efek serangan mematikan pada Selasa. 22 anggota keluarganya mati tanpa sempat mengucapkan salam perpisahan kepadanya.

"Katakan selamat tinggal, duhai ananda, katakan selamat tinggal," ujarnya pada kembar Aya dan Ahmad, masing-masing berusia sembilan bulan, yang tergolek di gendongannya. Sambil mengatakan itu, ia mengusap rambut kedua bayi tak bernyawa itu.

Trah Alyousef--salah satu klan terbesar di kota Khan Sheikhoun--termasuk pihak paling serius menanggung dampak serangan.

"Saya berada tepat di sisi mereka. Saya membawa keduanya keluar bersama-sama dengan ibundanya," ujar Alyousef dikutip Associated Press (h/t ABC). "Saat itu mereka masih sadar. Tapi, 10 menit kemudian, kami mencium bau (gas), dan anak-anak saya tak lagi bisa (menahannya)".

Selagi dikuasai kesedihan, ia pun menyebutkan satu per satu kerabatnya yang meninggal. "Abangku Yasser mati. Saya tak bisa menolongnya. Begitu juga adikku Abdul Karim. Saya juga tak bisa menolong kemenakanku, Yasser Muhammad. Ammar, kemenakanku yang lain, juga tak tertolong. Shaimaa, kemenakan perempuanku, tak bisa kuselamatkan. Adik iparku juga demikian. Dua orang yang bekerja membantu di rumah kami, 11 anggota keluarga kami yang lain. Khalid dan istrinya, Abunajib, istrinya, dan anaknya," katanya.

Sementara itu, Rusia, sekutu rezim Assad, mengklaim bahwa serangan militer Suriah menghantam gudang milik teroris (pemberontak) yang berisi zat-zat beracun.

Dilansir Newsweek, Kementerian Pertahanan Rusia merilis pernyataan yang menekankan bahwa "menurut data objektif dari unit kendali angkasa Rusia, pesawat Suriah mengebom gudang besar milik teroris dekat Khan Sheikhoun" di provinsi Idlib.

Menurut kementerian itu, lokasi serangan memuat "gudang tempat membuat bom dengan zat beracun". Selain itu, senjata-senjata dimaksud tersimpan di gudang bakal dikirim ke para pejuang di Irak.


Sumber : https://beritagar.id